Mata (Itu)

Aku lupa mata apa itu

Mata yang kedipnya kau bunuh rasa

Hangat namun pekat terpancar matamu

Namun aku rindu, rindu hangatnya yang akupun lupa

Mengapa Tuhan menitipkan sepasang mata itu padamu

Karena dengan mata itu kau membunuhku

Setajam belati menanjap jantungku

Aku ingin melihat matamu

Mata sangar itu

Matamu

Sesangar kau berucap selamat pagi kala itu

Di sisi beda arti kau melamar kesenangan pada cerita kita

Dan terima kasih mata itu

Aku bersyukur pada pencipta mata itu

Pelukis mata yang tak harus punya mata untuk bercerita

Jogjakarta, 27 September 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.