Berima dan berirama.Kalian tahu itu
wahai saudara? Berdiri berbaris sejajar
hanya untuk raga. Jiwa dan olah pikir kalian
untuk siapa? Apa? dan bagaimana?. Bukan
celotehan yang kami tawarkan. Bukanlah kami
pedagang. Sebab itu tak usahlah baginda, takut kami rebut. Bukan
bermaksud menancapkan “Nasionalisme”.Hanya
mengambil sebutir belas walau tanpa kasih
sudikah Baginda berima dan berirama bersama. Maaf Baginda, bukan menagih janji.
Jangan tanya hasil, kami pula tak tahu. Tapi setidaknya
Masih ada lumut yang berusaha lebat di tengah gurun. Bukan
Meminta dirawat.Tapi berbelaslah, biar lumut kecil ini tumbuh. Tak
Untuk berparasit tapi urut jejak langkah berharap jadi sabana.
Pemberi beda saat hijau mekar dalam butiran pasir. Pemberi beda
Saat dalam kehijauan. Mohon maaf tak sopan berujar.
Wonosobo, 3 November 2015